SUDIRMAN DI BELAKANG KPK

Sebuah naskah anonim beredar. Black propaganda. Tanpa nama penulis. Ngawur. Ngaco. Seolah data-based article. Ternyata, framing dan hoax. Targetnya, to destroy Sudirman Said.

Tim penulis hitam angkat soal KPK, Mafia Migas, Setnov, puzzle-puzzle, Fahri Hamzah, Ganjar dan sebagainya. Berantakan. Tak tentu arah.

Asumsi saya, tim ini juga beroperasi memenangkan Ahok di Jakarta. Kusut. Jahat. Mereka nyepin terus. Komandannya seorang ex jurnalis independent. Padahal, dia seorang Marxist.

Catet, seorang Marxist bukan Marhaenis. Mana ada sih, marhaenis pro hedonist seperti Ganjar dan Ahok. Cuma uneducated-milenials yang dukung mereka. Orang ini diketahui dekat dengan Max Lane dan figur komunis Australia James Petras. Sebutannya “si gondrong”. Seekor rayap istana.

Inti dari ngalor-ngidul naskah anonim itu: “Perahu Kayu Ganjar oleng diterpa badai ektp”. Sudirman Said difitnah menggerakan KPK. Hebat bener, Sudirman Said bisa kontrol KPK.

Fitnah si gondrong berdasarkan track record anti korupsi Sudirman Said. Indirectly, si tukang fitnah ini mengakui Sudirman Said garis keras anti korupsi. Sayangnya, fakta ini diplintir menjadi dongeng Sudirman Said mengendalikan KPK.

Tulisannya panjang sekali. Berjilid-jilid dosanya. Setnov dibela. Sontak dia dideskripsikan jadi orang baik. Dia lupa track record skandal cessie Bank Bali, Dana PON, Import bahan kimia dan Kasus Papa Minta Saham.

Fahri Hamzah disebut “ruang kegaduhan” tapi ada benarnya saat menyerukan “Bubarkan KPK”. Ini dua contoh si penulis anonim menghalalkan segala cara.

Saking sulit cari cela Sudirman Said, si penulis produksi fantasi. KPK dituduh sebagai alat politik. Maksudnya supaya Ganjar jangan ditetapkan sebagai tersangka korupsi.

Padahal, selain Setnov, ada Nazarudin dan “Miryam Gadis Ahok” yang sebut Ganjar terima duit. Cebong konyol berkelit dengan argumen half truth bahwa Miryam mencabut BAP yang menyatakan Ganjar terima duit.

Miryam mengaku, saat beri keterangan BAP, dia ditekan dan diancam oleh tiga penyidik KPK. Si “Gadis Ahok” ini bilang BAP itu “karangan” dia saja. Alias cerita fiksi.

Sayangnya, hal itu tidak diterima pengadilan. Majelis Hakim Tipikor vonis ‘Gadis Ahok’ bersalah beri keterangan palsu. “Kebetulan karangan yang dibuat Ibu Miryam kok cocok sama keterangan Irman dan Sugiharto,” kata hakim Anshori Saifuddin.

Jadi, KPK berpegang pada BAP yang hendak dianulir Miryam sebagai fakta yang benar. Mestinya, ngga ada alasan lain bagi KPK berlama-lama menetapkan Ganjar sebagai tersangka.

Penulis anonim anti Sudirman Said mencoba men-drive opini supaya KPK dibubarkan. Alasannya macem-macem. Persis seperti suara-suara sumbang di Pansus KPK tempo hari.

Padahal, seruan bubarkan KPK tidak lain merupakan upaya menyelamatkan Setnov dari rompi oranye. Begitu Setnov jadi terdakwa, suara mereka lenyap. Cuma Fahri Hamzah saja yang konsisten. Makanya, dikapitalisasi oleh artikel tanpa nama tersebut.

Satu lagi, si penulis anti Sudirman Said mengait-ngaitkan relasi SBY dan Setnov. Dia bilang Setnov punya akses komunikasi direct ke SBY.

Ini tuduhan serius. Medianya ‘selebaran gelap’. Metode khas sindikat ‘Setan Gundul’. Selayaknya, kalo sudah begini, Kader Partai Demokrat di Jawa Tengah dan loyalist SBY pindah haluan. Ingat, Sudirman Said menyatakan “Jateng rumah bersama”. Dulunya, Jateng adalah lumbung pagi. Ngga pernah menjadi Kandang Banteng.

By : Zeng Wei Jian

THE END

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here