AS Roma menuai hasil buruk di pekan 18 Serie A. Menjamu Torino di Stadion Olimpico, mereka kalah 0-2.

Gol-gol di pertandingan ini dicetak oleh Andrea Belotti (45+2′, 87′) untuk Torino. Berkat hasil ini, Torino naik ke posisi 9 klasemen sementara Serie A dengan torehan 24 poin.

Sementara itu, Roma tertahan di peringkat 4 klasemen dengan raihan 35 poin. Mereka gagal mendekatkan jarak dengan Lazio yang di laga lain menang atas Brescia.

Roma turun dengan para pemain inti sejak awal. Edin Dzeko ditemani Nicolo Zaniolo, Lorenzo Pellegrini, serta Diego Perotti di lini serang. Jordan Veretout dan Amadou Diawara di tengah, melapisi lini belakang yang dikomandoi Chris Smalling.

Torino juga melakukan hal serupa. Lini serang dihuni trio Alex Berenguer, Andrea Belotti, dan Simone Verdi, ditemani Tomas Rincon dan Sasa Lukic di tengah. Lini pertahanan dihuni trio Armando Izzo, Nicolas N’Koulou, serta Koffi Djidji.

AS Roma langsung mengambil inisiatif sejak babak pertama dimulai. Bahkan, pada menit 3, mereka sudah menciptakan peluang lewat sepakan Zaniolo. Sayang, sepakannya ini gagal berbuah gol setelah dihalau Salvatore Sirigu, kiper Torino.

Serangan Roma semakin deras manakala laga memasuki menit 25. Dua bek sayap mereka, Aleksandar Kolarov dan Alessandro Florenzi, mulai banyak terlibat dalam serangan. Mereka menambah tekanan dari sisi sayap.

Namun, Torino tidak panik. Mereka berupaya untuk meredam agresifnya serangan Roma ini dengan pertahanan yang rapat. Mereka juga tidak membiarkan para pemain Roma memasuki kotak penalti sesuka hati.

Hasilnya, AS Roma kesulitan mencetak gol di babak pertama ini. Bahkan, mereka tampak mengalami kebuntuan. Torino, sementara itu, mampu mencuri gol di sisa waktu babak pertama. Hal itu terjadi pada menit 45+2.

Berawal dari umpan Rincon ke kotak penalti, Belotti yang menerima bola mampu mencetak gol lewat sepakannya yang gagal dihalau oleh kiper Roma. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Torino, dan skor ini bertahan sampai babak pertama selesai.

Roma langsung meningkatkan serangan saat laga memasuki babak kedua. Kombinasi demi kombinasi serangan banyak dilakukan oleh pemain Roma di area sepertiga akhir Torino.

Bukan cuma itu, Dzeko selaku penyerang tengah Roma juga mulai banyak bergerak mencari ruang. Tetapi, upaya Roma ini belum mampu membuahkan hasil. Lini pertahanan Torino masih serapat babak pertama.

Paulo Fonseca mencoba memasukkan beberapa nama baru. Henrikh Mkhitaryan masuk, menggantikan Veretout. Ia juga memasukkan Nikola Kalinic, menggantikan Perotti.

Hasilnya memang positif langsung berbuah positif bagi Roma. Hingga menit 77, Roma berhasil menorehkan 18 tembakan, berbanding 7 milik Torino. Namun, belum ada yang berbuah gol.

Torino, di sisi lain, memasukkan Soualiho Meite untuk menjaga keseimbangan permainan. Terlihat bahwa mereka tidak ingin terlalu agresif menyerang. Setidaknya, upaya serangan balik sudah cukup untuk mereka.

Roma masih berusaha mencari gol penyeimbang di sisa waktu babak kedua.

Sialnya, saat AS Roma sedang berusaha mengejar ketertinggalan, mereka kembali kebobolan. Torino menambah angka lewat gol penalti Belotti di menit 87. Uniknya, wasit butuh waktu lama untuk memutuskan penalti ini, meski sudah mengecek VAR.

Roma gagal mencetak gol sampai babak kedua rampung. Alhasil, skor 2-0 untuk keunggulan Torino tetap terjaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here