Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ganjar Pranowo ternyata mengetahui adanya aliran uang terkait proyek pengadaan e-KTP di Komisi II DPR.

Hal itu terungkap saat penyidik KPK Novel Baswedan dihadirkan di persidangan kasus korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis 30 Maret 2018.

Dalam penjelasannya, Novel meyakini Ganjar mengetahui adanya pembagian jatah terkait proyek pengadaan e-KTP. Hal tersebut diketahui Novel dari sejumlah saksi yang pernah dipanggil penyidik KPK. Salah satunya mantan anggota Komisi II DPR, Miryam S Haryani.

Miryam belakangan diketahui berperan sebagai operator pembagian jatah uang harap kepada pimpinan Bandan Anggaran DPR dan pimpinan Komisi II DPR RI. Bahkan, sambung Novel, pihaknya ingin mengkonfrontir Ganjar dengan Miryam S Haryani terkait adanya proses pembagian uang di komisi II DPR. “Pasti tau. Saya pertemukan dengan Pak Ganjar. Yang bersangkutan (Miryam) menyampaikan, dengan Pak Ganjar takut (bertemu),” beber Novel.

Pernyataan Novel ini membuat heboh para warganet. Pasal nya beredar pula akun-akun robot yang seolah menyudutkan Sudirmansaid. Warganet menilai akun-akun robot anti sudirman said sebuah kepanikan pihak tertentu.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here