Menjelang dimulainya kompetisi sepakbola Indonesia Liga 1 musim 2020 yang dijadwalkan mulai digelar akhir Februari mendatang, tim-tim peserta Liga 1 mulai melakukan persiapan.

Tim-tim seperti Persija, Persib, Bhayangkara, Persebaya dan juara bertahan Bali United nampak memulai persiapan dengan sangat serius. Hal tersebut terlihat dari aktivitas tim-tim tersebut di bursa transfer pemain.

Yang paling menyita perhatian adalah Persija Jakarta. Juara Liga 1 tahun 2018 ini sangat aktif di bursa transfer.

Setelah mUsim lalu tiga kali gonta-ganti pelatih, Persija akhirnya merekrut Sergio Farias, pelatih asal Brasil yang pernah membawa Pohang Steeler menjuarai Liga Utama Korea dan Liga Champions Asia.

Untuk memperkuat lini pertahanan yang musim lalu menjadi titik lemah, Persija juga mengontrak kembali pemain asal Brasil, Xandao dan merekrut pemain naturalisasi Otavio Dutra. Selain itu Persija juga merekrut Al Hamra Hehanusa yang berposisi sebagai ‘full back’ yang diproyeksikan untuk melapis Ismed Sofyan.

Tidak cukup sampai disitu, keseriusan Persija dalam membenahi lini pertahanan  juga terlihat dengan mendatangkan Marco Motta, pemain bertahan jebolan Liga Seri-A Italia yang pernah memperkuat Juventus dan AS Roma.

Lini tengah Persija tidak kalah mentereng, selain mempertahankan para gelandang berkualitas seperti Rohit Chand, Ramdhani Lestaluhu, Rico Simanjuntak dan Sandi Sute, Persija juga mendatangkan para pemain berkelas seperti gelandang serang tim nasional, Evan Dimas dan gelandang ‘box to box’ dari PSM Makasar, Mark Klock.

Di lini depan, Persija juga mengikat Marco Simic dengan kontrak jangka panjang selama tiga tahun. Langkah Persija tersebut mengindikasikan bahwa manajemen Persija sangat puas dengan kinerja pemain asal Kroasia tersebut yang musim lalu berhasil menjadi pencetak gol terbanyak Liga 1 dengan torehan 28 gol.

Dengan kualitas pemain yang merata, baik kualitas antar lini maupun kualitas antara pemain inti dan pelapis,  bisa dikatakan Persija merupakan kandidat terkuat untuk menjuarai Liga 1 musim 2020.

Peta persaingan

Meskipun pada musim ini Persija bisa dikatakan sebagai ‘the dream team’, namun bukan berarti tanpa pesaing.

Belajar dari Madura United yang musim lalu juga mendapat predikat ‘the dream team’,  namun ternyata pencapaian mereka sangat jauh dari harapan.

Beberapa tim bisa menjadi pesaing serius bagi Persija. Diantaranya adalah juara bertahan Bali United dengan komposisi tim yang sudah mapan. Demikian juga Persib Bandung yang merekrut Geoffrey Castillon, striker jebolan akademi Ajax Amsterdan yang diproyeksikan untuk menggantikan Ezeqhiel N’douassel yang pindah ke Bhayangkara. Sementara kekuatan Bhayangkara sendiri sangat layak diperhitungkan sebagai salah satu kandidat juara.

Tim-tim asal Jawa Timur dan Kalimantan seperti Persebaya, Arema, Borneo juga bisa menjadi kuda hitam. Belum lagi Persipura Jayapura yang memiliki tradisi kuat dalam kancah persepakbolaan nasional.

Dengan peta kekuatan tim-tim Liga 1 yang demikian, sangat mungkin terjadi persaingan yang sangat ketat untuk memperebutkan gelar juara.

Namun jika berkaca mada musim 2017, nampaknya filosofi ‘bola itu bundar’ tetap tidak bisa dikesampingkan. Ketika itu Bhayangkara, tim berisi pemain-pemain muda yang kurang diperhitungkan, secara mengejutkan berhasil menjuarai Liga 1.

Kini di musim 2020 apakah akan kembali terjadi kejutan? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Yang pasti,  sebagai pecinta sepakbola nasional, tentu yang kita harapkan adalah kompetisi yang menjunjung tinggi nilai-nilai ‘fair play’,  disamping tentu saja kita mengharapkan kualitas teknis permainan yang semakin baik, sehingga produk dari kompetisi sepakbola Liga 1 benar-benar menjadi pendongkrak prestasi tim nasional.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here