saat takziah ke Alm. (Sumber Foto: Forsa)

Rhoma Irama melakukan takziah ke rumah duka Almarhum Haji Nasir di Jalan Cipinang Lontar RT 07/RW 08, Jakarta Timur pada Selasa, 4 Februari 2020. Ratusan orang ikut melakukan takziah, sholat jenazah sekaligus mengantarkan Haji Nasir ke tempat peristirahatannya yang terakhir di Pemakaman Jakarta Timur.

Rhoma Irama tak kuasa menahan tangisnya saat melakukan takziah. Rhoma mengaku sangat kehilangan. Karena Haji Nasir adalah satu dari 8 personil Formasi pertama 1970-1973. Banyak suka duka dan tantangan menegakkan semboyan tersebut.

Rhoma Irama saat takziah ke Alm. Haji Nasir (Sumber Foto: Facebook Forsa)

Nasir pernah menyelamatkan nyawa Rhoma ketika terjadi keributan di Ancol, Jakarta Utara, pada 1974. Peristiwa puluhan tahun silam itu juga sempat dikisahkan oleh Rhoma Irama kepada Tempo tahun  2013. Menurut Rhoma, kala itu Soneta sedang menggelar konser sekaligus berdakwah di Ancol. “Zaman segitu dakwah di musik hal baru. Penonton sinis, ucapan salam saya tidak ada yang membalas,” tutur Rhoma.

Rhoma mulai mencium gelagat buruk. Benar saja, seperti dikomando, para penonton melempari personil Soneta dengan batu, lumpur dan sendal. “Kami mencoba tetap bertahan di atas panggung meski suasananya kacau,” ujar Rhoma.

Di sela-sela keadaan semrawut itu, menurut Rhoma, seroang penonton berteriak, “Islam taik!” Emosi Rhoma langsung tersulut. Tanpa pikir panjang ia meletakkan gitarnya dan meloncat mengejar penonton tersebut. “Saya dihina, dihujat, dilempari, oke. Tapi kalau agama yang dihina, saya enggak bisa nahan emosi,” kata Rhoma.

Rhoma Irama saat di pemakaman Alm. Haji Nasir (Sumber Foto: Facebook Forsa)

Upaya Rhoma mengejar penonton itu gagal. Di bawah panggung ia justru disambut oleh para pemuda yang sudah siap akan mengeroyoknya. Tanpa diketahui Rhoma, seorang penonton lainnya hendak menikamnya dari belakang menggunakan sebilah pisau.

Namun dengan cekatan Nasir melompat dari panggung dan menghantam penonton bersenjata tajam itu menggunakan tiang mikrofon. Rhoma pun selamat dan kericuhan itu berhasil dikendalikan aparat keamanan. “Tiap mengingat kejadian itu, saya terharu sama Haji Nasir,” kata Rhoma. (NSR/Elang News)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here