(Sumber foto: Laduni.id)

KH Salahuddin Wahid atau biasa dikenal dengan sapaan akrab Gus Solah meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat pada Minggu (2/2) sekitar pukul 20.59 WIB. Tokoh ini wafat usai mengalami masa kritis setelah menjalani operasi selaput jantung pada Jumat (31/1).

Banyak tokoh yang datang di rumah duka, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (3/2) dini hari. Salah satunya ialah Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Dalam kesempatan itulah seperti dilansir Jawapost.com, Cak Nun mengatakan tentang cita-cita terakhir Gus Solah. Perbincangannya dengan Gus Solah pada 1 November 2019, beliau (Gus Solah) berkeinginan untuk mengawal Muktamar NU.

“Saya cukup sering ketemu Gus Solah, yang terakhir di Pesantren beliau tanggal 1 November 2019. Gus Solah itu cita-cita terakhirnya sebelum wafat adalah ingin mengawal Muktamar NU, diusahakan supaya bebas dari politik uang,” kata Cak Nun.

Gus Solah, kata Cak Nun, selalu berkeinginan agar Muktamar NU berlangsung bersih. Bahkan dia menginginkan agar tidak ada prilaku koruptif yang kental dengan nuansa politis tumbuh du tubuh NU.

“Itu cita-citanya Gus Solah sebelum meninggal. Ingin muktamar NU bisa berlangsung bersih sebagaimana khittahnya dulu,” jelas Cak Nun.

Gus Solah merupakan adik kandung dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia beberapa kali menjabat posisi penting. Pernah juga menjadi cawapres mendampingi Wiranto pada Pilpres 2004.

Jabatan terakhir yang diemban Gus Solah yakni menjadi anggota Dewan Etik Mahkamah Konstitusi. Namun, pada 2018 lalu, dia mengundurkan diri karena sakit. Gus Solah lahir dari pasangan Wahid Hasyim-Sholehah. Kakek Gus Solah merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asyari. (NSR/Elang News)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here