dan (Sumber Foto : )

Rakyat Indonesia sepertinya harus mengucapkan terimakasih kepada Indosiar karena telah mempertemukan dua legenda musik Indonesia dalam satu panggung. Yah, Konser Pesta Perak 25 Indosiar telah menghadirkan Rhoma Irama dan Iwan Fals sebagai musisi utama yang berduet secara langsung. Ini sebuah momen yang langka.

Rhoma Irama adalah seorang legenda musik dangdut. Bahkan sampai saat ini, gelar raja Dangdut masih disandangnya. Diperkirakan sekitar hampir seribu lagu yang telah diciptakan. Sebuah prestasi yang sangat sulit untuk bisa diraih oleh musisi manapun.

Iwan Fals juga seorang legenda. Lagu-lagunya yang berisi kritikan dan sindiran kepada pemerintah menjadi ciri khas sehingga membuat dirinya dinobatkan sebagai pahlawan Asia oleh Majalah Time. Walaupun dengan keberaniannya itu dia harus mendekam di penjara.

Kini, kedua legenda berbeda aliran itu satu panggung. Keduanya mempunyai massa dengan jumlah yang sangat banyak. Diperkirakan anggota FORSA mencapai 25 juta. Sedangkan anggota mencapai 6 juta orang. Ini menjadi sebuah bukti bahwa mereka benar-benar legenda yang layak untuk dikagumi.

Lalu apa pelajaran yang bisa kita ambil dari duet langka sang legenda itu? Antara Rhoma Irama dan Iwan Fals. Setiap orang memiliki pendapat yang berbeda dalam menilai penampilan dua legenda itu. Tapi setidaknya ada Empat Pelajaran yang bisa kita ambil.

Hormat Kepada Orangtua

Sebelum bernyanyi, Iwan Fals dan Rhoma Irama berjalan bersama ke tengah panggung. Pelantun lagu “Bento” tanpa canggung kemudian mencium tangan Rhoma Irama. Momen itu terlihat sangat indah. Iwan Fals yang usianya lebih muda tahu betul bagaimana cara menghormati orang yang lebih tua darinya.

Saya pikir, rasa hormat Iwan Fals kepada Rhoma Irama bukan hanya sekedar tentang perbedaan usia. Tetapi lebih dari itu. Iwan tahu betul, bahwa Rhoma adalah seniornya dalam urusan musik. Selain itu, Rhoma adalah seorang ulama. Bagi orang Indonesia, mencium tangan ulama adalah bentuk penghormatan kepada ilmu.

Rhoma Irama dan Iwan Fals (Sumber Foto : Facebook Forsa)

Usia Bukan Halangan

Rhoma Irama dan Iwan Fals bernyanyi dengan sangat mempesona dengan karakteristik masing-masing. Suara mereka masih prima. Hal itu membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk terus berkarya. Diketahui usia Rhoma adalah  73 tahun. Sedangkan Iwan Fals 59 tahun. Keduanya bisa dikatakan sudah kakek-kakek. Tapi penampilan mereka di Konser Pesta Perak 25 Indosiar tidak memperlihatkan penurunan kualitas mereka.

Hampir setengah jam mereka bernyanyi bersama. Ada lima lagu yang mereka nyanyikan. Dan semuanya terdengar asyik mengalun di telinga. Kualitas mereka begitu mumpuni. Suara prima mereka telah menjadi bukti bahwa mereka adalah seorang legenda.

Rhoma Irama dan Iwan Fals (Sumber Foto : Facebook Forsa)

Saling Memberi

Sebagai bentuk kenang-kenangan, Rhoma Irama memberi Iwan Fals gitar bertanda tangan. Musikus berusia 58 tahun ini sangat terharu atas pemberian tersebut. “Izinkan saya memberi cendera mata untuk Anda. Semoga ini bisa menjadi kenang-kenangan persahabatan kita,” beri tahu Rhoma Irama sembari memberikan gitarnya.

Sebagai seorang pendakwah, Rhoma Irama tahu betul bahwa agar tercipta kecintaan hendaklah memberi hadiah. Sebagaimana hadis Nabi yang berbunyi: “Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari)

Iwan Fals (Sumber Foto : Facebook Forsa)

Rendah Hati

“Salah satu inpirasi saya berani bermusik, ya karena Bang Haji,” kata Iwan Fals mengenang kisah awal bermusiknya. Ia ingat perkataan Rhoma Irama yang mengatakan bahwa sesuatu yang datang dari hati akan sampai ke hati.

Keduanya memang layak menjadi legenda. Ilmu yang mereka ambil adalah ilmu padi. Semakin berisi semakin menunduk. Tidak ada satupun ucapan angkuh dari keduanya. Bahkan keduanya terlihat kagum satu sama lain. Dan seperti yang dilansir ngopibareng.id untuk mempertemukan mereka berdua sangatlah sulit.

Tetapi tidak banyak yang tahu untuk mempertemukan keduanya sepanggung, bukan pekerjaan yang gampang. Diperlukan waktu kurang lebih tiga tahun, sebelum keduanya akhirnya bersedia naik panggung berdua.

Rhoma Irama dan Iwan Fals (Sumber Foto : Facebook Forsa)

Keduanya sulit  dipertemukan itu bukan karena ego atau  gengsi masing-masing, tetapi justru karena keduanya saling respek dan menghormati serta  saling rendah hati. Iwan Fals mengaku malu. Sedangkan Rhoma mempunyai mimpi ingin berduet dengan Iwan Fals.

Akhirnya, Konser Pesta Perak 25 Indosiar telah mewujudkan mimpi itu. Momen penuh haru terjadi di atas panggung. Mata kedua sang legenda itu berkaca-kaca. Bahkan Rhoma Irama akhirnya tak kuasa membendung air matanya yang tertumpah. (NSR/Elang News)

Rhoma Irama (Sumber Foto : Facebook Forsa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here