ELANGNEWS.COM – Alasan Aji Santoso Mundur Dari Pelatih Arema. Kebersamaan pelatih Aji Santoso dengan Arema akhirnya telah usai. Aji mundur dari jabatannya selepas Arema FC hanya mampu memetik hasil seri 0-0 di pertandingan kontra Borneo FC, Minggu 30 Juli 2017. Aji menuturkan kalau setelah laga tersebut dia kemudian berdiskusi dengan jajaran klub seperti Ruddy Widodo (general manager) dan Iwan Budianto (CEO Arema).

Saya sudah berdiskusi bersama keluarga guna menentukan langkah saya berikutnya. Sampai pada akhirnya saya memilih mundur dari tim. Saya ingin mengucapkan terima kasih pada manajemen yang sudah memberi kesempatan kepada saya untuk melatih tim besar ini,” ujar Aji.

Selepas Arema gagal mendulang poin penuh di laga pamungkas putaran pertama kontra Borneo, nyanyian dari para Aremania supaya Aji mundur dari pelatih kembali diserukan. Faktor paling utama dari desakan itu tentu hasil negatif yang selalu didapatkan Singo Edan.

Dalam 3 laga terakhir, sebelum putaran pertama Liga 1 2017 usai, tak satupun kemenangan yang di dapatkan, malah 2 diantaranya berkesudahan dengan kekalahan.
Tuntutan mundur dari pihak Aremania itu adalah kedua kalinya. Sebelum ini, pertama kali seruan untuk segera mundur dilontarkan ketika Arema bermain imbang melawan Perseru Serui, kemudian mereka dikalahkan Persija Jakarta 2-0.

Tapi Aji menampik anggapan jika dia memilih mundur lantaran tuntutan dari Aremania. Dia menyatakan keputusan ini murni dari kemauannya sendiri. Aji mengatakan kalau suara pendukung yang menuntutnya memang tekanan yang besar. Tapi dia sudah terbiasa dengan tekanan seperti itu.

Aji mengatakan faktor yang telah membuatnya mundur dari tim karena target yang dia canangkan dari awal musim gagal tercapai. Dia mengakui jika target yang dipatok pada akhir putaran pertama ialah duduk manis di puncak klasemen. Tapi hal itu gagal tercapai lantaran Arema ada di posisi ke 7.

Hal yang krusial menurutnya ialah seringnya kehilangan angka di pertandingan kandang. Mereka juga sempat dikalakan Persipura Jayapura di Stadion Kanjuruhan di matchday ke 15.

Kita juga tahu, cukup banyak tim kehilangan poin di kandang sendiri, terlebih lagi dilihat permainan kami bermain bagus. Seperti saat menghadapi Borneo, kami bisa bermain bagus namun gagal menang,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here