ELANGNEWS.COM – 3 Hal Yang Keliru Dari Pendukung Sepakbola Indonesia. Dalam sepak bola, kemauan alam bawah sadar dapat dipelopori sesuatu yang dilihat dengan berulang kali, nyanyian (chant) yang diidengarkan serta dinyanyikan, hingga sesuatu yang di baca secara umum.

Contohnya, untuk anak-anak yang kerap melihat Cristiano Ronaldo bermain sepakbola bakal cenderung meniru gaya bermain penyerang timnas Portugal itu. 2 contoh paling umum ialah gaya ketika ingin mengambil tendangan bebas dan gaya selebrasi golnya. Disadari ataupun tidak, pikiran tersebut tercetak didalam mindset seseorang.

Rivalitas Tertanam Pada Alam Bawah Sadar

Untuk sebagian besar suporter sebuah klub, chant dari para fans juga dapat menanamkan pikiran pada awal bawah sadar untuk orang yang mendengarnya.

Contohnya untuk bobotoh Persib, nanyian “The Jak Anj#ng, dibunuh saja,” seperti menjadi kata yang diawalnya di maksudkan untuk terus menekan mental dari fans Persija. Tapi nyanyian yang tetap diulangi ini, terlebig lagi bila didengarkan semenjak anak-anak, bakal tertanam dalam pikiran alam bawah sadar.

Oleh sebab itu, masalah fans sepakbola ini merupakan permasalahan yang teah di tanamkan dari kecil.

Mudah Menyemaratkan

Masalah selanjutnya ialah mudahnya menggeneralisasi. Salah satunya ialah penyamaratan. Dalam sebuah fenomena fans sepakbola, kita dapat menemuinya setiap waktu, contohnya pernyataan “semua orang Jawa barat ialah suporter Persib”. Sudah jelas generalisasi semacam ini keliru.

Hal ini kerap terjadi saat suporter tengah bergerombol. Misalnya saat bobotoh bertemu dengan mobil plat B (Jakarta), biasanya mereka mudah menggeneraliisasikan kejadian itu dengan kesimpulan: semua penumpangnya ialah fans Persija.

Pembenaran Yang Berkelompok

Dorongan bawaan bersifat naluriah dari manusia umumnya bersifat destruktif. Inilah yang menyebabkan banyak suporter mempunyai hobi bersama saat mereka bergabung dengan fans yang berasa dari klub yang sama, sepertinya apa yang sudah mereka lakukan mendapat pembenaran lantaran banyak juga yang melakukan.

Sebetulnya bila di campurkan kedalam alam bawah sadar, hal ini tak hanya terjadi kepada satu regu saja. Contoh hal inin ialah perilaku melanggar ‘berjamaah’ seperti tidak menggunakan helm, berhenti tepat di zebra cross, serta membuang sampah sembarangan.

Bila setia pendukung sudah dapat memahami 3 hal tadi serta ditanamkan dari kecil pada generasi berikutnya, maka kita bisa berdamai untuk merasakan serta melihat kemuliaan sepak bola dengan ‘berjamaah’.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here