merupakan negara asal bangsa Viking, bangsa yang terkenal sebagai perompak. Tapi, juga terkenal sebagai negara yang memperdulikan kenyamanan sehingga memberikan perlakuan yang baik terhadap rakyatnya.

Negara asal musisi kondang Roxxette dan ABBA ini juga menyimpan banyak fakta unik yang belum diketahui banyak orang. Salah satunya gratis di Negara dengan icon Dala Horse ini. Swedia merupakan negara yang secara aktif menyambut baik kedatangan mahasiswa internasional yang ingin berkuliah atau melanjutkan  studinya di sini.

Filosofi pendidikan yang ada di Swedia mendorong berkembangnya penelitian dan kuliah seseorang, membuat pola pikir Anda berkembang dan membuat Anda berpikir secara independen. Selain itu, prosedur pendaftaran kuliah di universitas-universitas yang ada di negeri yang sangat menjaga kebersihannya ini pun relatif mudah jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Kondisi yang minim polusi dan kehidupan sehat yang dijalankan warga Swedia akan membantu produktivitas Anda ketika belajar di sana. Pengalaman inilah yang juga dirasakan Laili Yagsa yang menempuh pendidikan di Falkoping. “Pada dasarnya sistem pendidikan di Swedia ini memang bebas dari biaya. Segala jenis dan bentuk Pendidikan formal itu free tanpa bahkan didanai,” ungkapnya.

Jenis pendanaannya itu ada yang secara cuma-cuma dan ada pula yang berbentuk pinjaman. Besar nominalnya tergantung beberapa faktor, yang paling utama adalah faktor point, seberapa besar point belajar kita dalam seminggu. “Maksimal adalah 40 point seminggu (penuh waktu),” kata Laili, panggilan akrabnya.

Sementara untuk pendanaan secara cuma-cuma, memiliki batas waktu di setiap tingkat pendidikan (waktu di sana dihitung per-minggu bukan per-bulan, Red.) Laili menjelaskan, untuk tingkat SD-SMP jumlah minggunya 40 minggu, SMA 80, dan setelah SMA adalah 240. Selebihnya adalah pinjaman. Pinjaman dengan bunga 1% per tahun dan jangka waktu dan jumlah pembayaran kembalinya pun ditentukan dari pemerintah.

Jikalau ada kesulitan, kata Laili, maka akan diberikan keringanan seperti nominalnya yang dikurangi atau jangka waktunya yang diperpanjang. Siswa juga hanya akan diminta untuk membayar kembali ketika sudah tidak belajar/pendidikannya sudah selesai. Kalau mau melanjutkan studi maka tidak akan diminta untuk membayar kembali.

Selain faktor tersebut di atas, besarnya jumlah hibah atau pinjaman yang kita dapat pun tergantung pada faktor usia, marital status, jumlah anak, dan jumlah pendapatan. “Kita juga bisa mengajukan pinjaman dengan jumlah yang lebih besar dari yang ditentukan, jika kita memiliki kebutuhan dana ekstra,” katanya.

Dana ekstra tersebut, ujar Laili, seperti biaya transportasi,  hingga  biaya hunian extra. Sementara bagi para pengungsi (refugee), mereka juga bisa mengajukan pinjaman untuk sewa rumah, dan kebutuhan rumah tangga mereka. Jumlah hibah dan pinjaman yang didapat oleh refugee pun memang pada dasarnya berbeda  jauh  dengan yang di dapatkan oleh yang selain refugee.

Pada dasarnya Pemerintah Swedia memberikan begitu banyak bantuan dan kemudahan terutama dalam masalah pendanaan bagi para refugee. Instalasi pemerintah yang menangani masalah pendanaan ini bernama Centrala studiestödsnämnden (CSN) atau Komite Pusat Pendanaan Pelajar. Tapi CSN hanya bisa dimanfaatkan oleh penduduk asli Swedia, penduduk Skandanavia, pemegang izin tinggal tetap dan refugee.

Tapi pemberian hibah ini bukanlah benar-benar secara cuma-cuma. Ada syarat mutlak yang harus dilakukan oleh si penerima dana. “Mereka harus bertanggung jawab sepenuhnya pada studi mereka,” kata Laili.

Kalau termin masa studi (hitungannya kurang lebih /semester) sudah selesai tapi kita tidak menyelesaikan total point yang seharusnya kita selesaikan, maka ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Dana hibah kita dicabut, dan diminta dikembalikan sekaligus. Atau, termin berikutnya ketika kita melanjutkan studi terpaksa kita harus belajar tanpa hibah. Kedua-duanya sebanyak jumlah point dan minggu yang tidak kita selesaikan.

Di Swedia, ujar Laili, bolos sekolah atau kuliah adalah haram hukumnya, karena bisa dikenakan sanksi yang sama, atau bisa juga nominalnya dikurangi dengan dugaan bahwa dana yang kita terima melalui CSN terlalu banyak. “Di sini pun kalau tiga minggu berturut-turut menghilang tanpa kabar, atau tidak mengumpulkan tugas, maka akan dikeluarkan dari mata pelajaran,” tuturnya.

Di samping itu, CSN pun akan mengenakan sanksi yang sama, atau hanya akan dicabut sebanyak jumlah mata pelajaran yang tercabut. Setelah itu, di termin berikutnya si pelajar atau mahasiswa tidak akan mendapat hibah sebanyak point yang tercabut.

Kejar Beasiswa di Swedia

Swedia tak hanya menjadi negara yang cukup nyaman untuk ditinggali, tapi juga untuk melanjutkan pendidikan. Rentetan beasiswa mengalir dari pundi pemerintah Swedia, dan lembaga-lembaga pendidikan yang siap menyediakan “kuliah gratis” bagi mereka yang akan berkuliah di Swedia.

Untuk Anda yang berencana/tertarik melanjutkan kuliah di Swedia dengan beasiswa, berikut sedikit rangkuman info beasiswa di salah satu Negara yang tidak pernah dijajah tersebut.

  1. Centrala studiestödsnämnden (Csn) atau Komite Pusat Pendanaan Pelajar

Bagi mereka yang berhak mendapatkan bantuan dari CSN, tidak berarti bahwa CSN langsung

memberikan dana, melainkan kita sendirilah yang harus mengajukan permintaan dana dari CSN. Kalau tidak mengajukan meskipun berhak mendapatkan, tetap tidak akan mendapatkan dana tersebut.

Cara pengajuan dana ke CSN, yakni dengan mengisi form dari CSN yang menjelaskan berapa banyak jumlah POINT yang akan kita pelajari, apa kita mau mengambil pinjaman atau tidak, sebesar dan selama apa pinjaman yang mau kita ambil, besarnya pendapatan kita dalam setahun, dan info sekolah kita.

CSN juga tidak semata-mata menerima pengajuan kita, melainkan CSN juga melakukan pengecekkan ke sekolah yang kita cantumkan, dan juga ke sensus serta perpajakan untuk mengecek kebenaran info yang kita berikan.

  1. Fulltime atau Partnership Program

Ada dua pilihan bagaimana kita ingin sekolah di Swedia, fulltime atau partnership program (kuliah di beberapa universitas, hanya sebagian saja dilakukan di Swedia):

Fulltime di Swedia

Untuk fulltime di Swedia, langkah pertama tentu kita  harus mencari dulu jurusan yang sesuai keinginan. Yang kedua melalui website langsung universitas-universitas yang kita ingin. Kenapa? Karena terkadang banyak jurusan yang menarik dan sesuai dengan bidang kita, namanya menggunakan nama-nama yang tidak maiinstream atau aneh-aneh, jadi bisa saja terlewat ketika mencari hanya melalui keyword.

Partnership (Erasmus+)

Cara kedua lewat beasiswa Erasmus+, hanya saja kalau lewat beasiswa ini, kita hanya bisa tinggal di Swedia maksimal satu tahun, karena harus pindah-pindah ke universitas lain di Eropa, dan program apa saja yang mampir

ke Swedia sudah ditetapkan dari sananya. Info( blog) lengkap Erasmus+ berbahasa Indonesia

bisa diliat disini http://emundus. wordpress.com/

Beasiswa Lund University Swedia Program s1/s2

Lund University Global Scholarship

universitetshuset i vŒrsol

Beasiswa di Lund University disediakan berupa biaya kuliah yang nilainya berjenjang, mulai dari 25 persen, 50 persen, 75 persen, hingga 100 persen dari total biaya kuliah. Bagi penerima beasiswa ini, mereka harus menyediakan biaya hidup sendiri karena ini merupakan beasiswa parsial yang tak mencakup kebutuhan tersebut.

Meski hanya separuh, beasiswa S1/ S2 di Lund University tersebut akan sangat membantu menekan biaya studi di Swedia, terutama bagi Anda yang memiliki biaya pas-pasan untuk kuliah di Eropa.

Beasiswa iPoet swedia, untuK mahasiswa internasional Universitas Chalmers of Technology, Swedia, menawarkan 40 beasiswa S2 (Master). Penyedianya adalah The International Programme Office for Education and Training (IPOET), Chalmers University of Technology dan Pemerintah Swedia.

Pendanaan ini disediakan oleh pemerintah Swedia. Hanya warga negara di luar EU/EEA (European ECONOMIC/ EUROPEAN UNION) termasuk Indonesia bisa mendaftar untuk mendapatkan bantuan ini.

Gimana? Tertarik belajar di Swedia?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here