Dimata keluarga tercinta, mereka dianggap tampil hebat dengan berupaya melakukan yang terhebat. Tak ada kesan mencari kambing hitam dari kekalahan besar Brunei.

ELANGNEWS.COM – Ayah kiper Brunei buka suara soal anaknya kebobolan banyak gol. Penjaga gawang Brunei Darussalam, yakni Ak Muhd Amirul Hakim, menjadi penjaga gawang dengan paling banyak kejebolan di babak Grup B ajang AFF Cupp U18 2017. Ternyata dirinya masih kalah dengan Quincy Kameraad (kiper Filipina) yang hanya kejebolan 9 gol.

Tapi ini juga lantaran Kameraad mendapat kartu merah ketika melawan Indonesia sehingga tidak bisa tampil ketika Filipina kalah dengan skor 5-0 kontra Vietnam. Sedangkan Hakim tampil dalam 4 pertandingan Brunei serta kejebolan 25 gol di sepanjang babak Grup.

Jumlah kemasukan tersebut menjadi yang terbanyak, tak hanya dalam Grup B, justru dalam Grup A. Dalam statistik ke 25 gol Brunei, semuanya terjadi ketika Hakim ada dibawah mistar.

Penjaga gawang kelahiran 14 Agustus 2000 tersebut memang menjadi kiper inti Brunei U18. Dia selalu bermain dari 4 laga yang dilakoni timnya. Tentunya hal tersebut tak dia harapkan ketika pertama kali datang ke Myanmar bersama skuad Brunei yang lain. Walau demikian, Hakim serta permain lainnya tak langsung berkecil hati.

Dimata keluarga tercinta, mereka dianggap tampil hebat dengan berupaya melakukan yang terhebat. Tak ada kesan mencari kambing hitam dari kekalahan besar Brunei.

Kesan tersebut ditangkap oleh wartawan ketika berbicara dengan pihak keluarga Hakim serta orang tua Muhammad Wafi Aminuddin.

“Mereka telah melakukan usaha yang terbaik. Tidak apa, mereka kan masih proses dan juga masih belajar,” ujar ibunda Wafi, Rashibah, seolah dia membesarkan hati putra tercintanya.

“Kami bakal tetap mendukung serta mengarahkan sebab kami ingin anak-anak kami bisa berhasil dalam karir sepakbolanya,” imbuh ayahanda Hakim, Ak Muhd Amirul Hazim.

Keluarga Wafi dan Hakim menjadi sedikit keluarga dari para pemain yang datang mendukung secara langsung di Myanmar guna mendampingi perjuangan putra-putranya. Keluarga Hakim contohnya, mereka datang membawa satu keluarga.

“Kami sudah berada di Yangon emenjak 3 September lalu. Tentunya saya tidak ingin putra saya kemasukan gol banyak, namun semuanya bukan kesalahan Hakim seorang. Memang banyak yang wajib di perbaiki oleh skuad Brunei,” tutup Hazim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here