Penulis buku membayar pajak 24 kali dibanding pengusaha UMKM dan dua kali lebih dibanding profesi pekerjaan bebas

ELANGNEWS.COM – Diprotes soal Pajak Penulis ‘Selangit’, Menteri Keuangan Perintahkan Ditjen Pajak Temui Tere Liye. Penulis buku, Tere Liye memprotes pajak bagi penulis yang tergolong ‘selangit’ dengan menghentikan kerja sama dengan dua penerbit, yaitu Gramedia Pustaka Utama dan Republika Penerbit per 31 Juli 2017.

Tak hanya soal pajak ‘selangit’ bagi penulis, melalui media sosial  Tere  juga mengungkap tidak adilnya perlakuan pajak kepada profesi penulis dan tidak pedulinya pemerintahan sekarang menanggapi kasus ini.

Dalam hitungannya, penulis novel ‘Hafalan Shalat Delisa’ itu menyebut, penulis  menjadi pembayar pajak paling tinggi dibandingkan pekerjaan lainnya, seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Penulis buku membayar pajak 24 kali dibanding pengusaha UMKM dan dua kali lebih dibanding profesi pekerjaan bebas,” kata Tere.

Parahnya lagi, menurutnya, pemerintah sebenarnya sudah tahu permasalahan ini, tetapi sengaja menutup mata.

“Apakah pemerintah tahu permasalahan ini? Tahu. Saya sudah setahun terakhir menyurati banyak lembaga resmi pemerintah, termasuk Dirjen Pajak, Bekraf, meminta pertemuan, diskusi. Mengingat ini adalah nasib seluruh penulis di Indonesia. Literasi adalah hal penting dalam peradaban. Apa hasilnya? Kosong saja. Bahkan surat2 itu tiada yang membalas, dibiarkan begitu saja nampaknya. Atas progress yg sangat lambat tersebut, dan tiadanya kepedulian orang2 di atas sana, maka saya Tere Liye, memutuskan menghentikan menerbitkan buku di penerbit2, Gramedia Pustaka Utama dan Penerbit Republika, per 31 Juli 2017 lalu.” Tulis Tere Liye.

Menanggapi keluhan Tere, pemerintah melalui Menteri Keuangan memberi respon positif. Seperti dilansir CNN, Rabu (6/9), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan memerintahkan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) untuk menemui Tere Liye sebagai tanggapan atas keluhan pajak tinggi yang diungkap melalui laman Facebook-nya Selasa (5/9) kemarin.

Sayangnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani enggan memberi tanggapan lebih terkait keluhan Tere tersebut. Sementara pihak DJP juga belum memberikan keterangan resmi terkait hal ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here