Respon cepat dari pelatih Di Francesco lantaran perubahan skema Inter Milan malah membuat permainan AS Roma menjadi kacau.

ELANGNEWS.COM – Perubahan Taktik AS Roma Saat Hadapi Inter Yang Menjadi Bumerang, Inter Milan sukses memetik kemenangan di laga kedua Serie A musim ini dengan kemenangan 3-0.

Korbannya kali ini ialah AS Roma ketika melakoni laga kedua di Olimpico Stadium. Inter menang cukup telak, 3-1 yang awalnya Roma sempat unggul lebih dulu lewat Edin Dzeko di menit ke 14. Selanjutnya Inter sukses membalikkan skor dengan gol yang diciptakan oleh Mauro Icardi di menit ke 66 serta 76, ditambah dengan gol Matias Vecino di menit ke 86.

Roma mengalami krisis bek di pertandingan ini. 3 pemainnya, yakni Abdulahi Nura, Rick Karsdorp, dan Bruno Peres tak dapat diturunkan lantaran mengalami cedera. Hasilnya, Juan Jesus dipaksa menjadi seorang full back dengan skema 4-3-3 yang dipakai Roma.

Sedangkan Inter pun datang dengan kekuatan inti, yang melakukan rotasi dengan Marcelo Brozovic dibangku cadangan. Posisinya sebagai gelandang diisi oleh Borja Valero yang dapat bermain diantara poros ganda dalam skema 4-2-3-1. Sementara Roberto Gagliardini digantikan oleh Valero.

Di babak pertama Inter tak berkutik meskipun tampil menyerang semenjak pertandinga dimulai. Hal tersebut lantaran Roma memakai garis pertahanan rendah guna melawan umpan-umpan pendek yang diterapkan Inter.

Sedangkan Roma memilih untuk mengintersep umpan-umpan dari tengah dengan penjagaan pada penerima bola. Pertahanan Roma pun sangat ketat serta dapat dilihat dari jaraknya pemain Roma dengan Inter yang menguasai sangat jauh.

Tapi di babak kedua, Roma merubah gaya pertahanannya. Semenjak saat iu mereka langsung mempresing ketat Inter. Namun perubahan tersebutt malah menjadi boomerang untuk Roma lantaran presing ketat itu malah menciptakan sebuah celah lantaran terpancing merebut bola.

Dengan celah tersebut, Mauro Icardi sukses memanfaatkannya menjadi gol sebab mendapat ruang menendang setelah Fazio terpancing merebut bola.

Sebenarnya Roma dapat memenangkan laga ini. Namun respon cepat dari pelatih Di Francesco lantaran perubahan skema Inter malah membuat permainan Roma menjadi kacau. Roma yang merubah skemanya karena situasi lawannya tersebut malah menjadi senjata makan tuan serta berujung dengan kekalahan. Apalagi Di Francesco tahu betul resiko perubahan sekamanya lantaran krisi pemain di full back kanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here