ELANGNEWS.COM- Kontroversi Yang Terjadi Pada Patung Tuban Kwan Sing Tee Koen. Patung Dewa yang kini menjadi kontroversial Kwan Sing Tee Koen, memiliki tinggi 30 meter di kompleks Klenteng Kwan Sing Bio Tuban mendadak jadi perbincangan panas di media sosial. Patung ini juga merupakan patung tertinggi se-Asia Tenggara.

Bahkan, ada yang mengaitkan keberadaan patung itu dengan isu sensitif bermuatan SARA. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tuban, KH Abdul Matin, meminta masyarakat mengedepankan tabayun. Terutama menanggapi kabar miring yang digembor-gemborkan di lini masa media sosial beberapa waktu terakhir.

Ide pencetus patung ini ialah pengurus klenteng dan di danai dari seorang donatur di Surabaya sebesar Rp. 2,5 Miliar. Polemik patung tersebut membuat massa berdemo dan berniat ingin merobohkannya. Sebab, tidak ada gunanya membangun patung tersebut yang tidak ada kaitannya dengan budaya lokal karena patung ini tak berjasa bagi Indonesia.

Menurut warga, masih banyak pahlawan Indonesia yang pantas untuk di jadikan patung. Warga juga menyebut, berdirinya patung tersebut tidak memiliki izin bangunan. Karena itu, dia mendesak pemerintah daerah setempat segera mengambil tindakan tegas kepada patung tersebut.

Namun satu hal yang dipermasalahkan oleh pemerintah kota adalah izin pendirian patung. Ketua DPRD Tuban, Miyadi mengatakan sampai sekarang belum pernah menerima izin pendirian patung tersebut. Sebelumnya, dia juga mengatakan pihak klenteng sendiri pernah mengajukan pendirian pagoda di tengah laut, tetapi ditolak pemda karena melanggar regulasi.

Tahukah kalian jika Kongco Kwan Sing Tee Koen atau dikenal Guan Yu merupakan jenderal perang. Kongco Kwan Sing Tee Koen bernama asli Guan Yunchang atau Kwan Yintiang.

Dia juga dikenal sebagai Guan Yu, Kwan Kong, Guan Gong atau Kwan Ie. Guan Yu merupakan jenderal utama Negara Shu Han, ia bersumpah setia mengangkat saudara dengan Liu Bei (kakak tertua) dan Zhang Fei (adik terkecil). Ia lahir di Kabupaten Jie, wilayah Hedong yang sekarang bernama Kota Yuncheng, Provinsi Shanxi).

Sejak patung itu berdiri, lebih banyak pengunjung datang ke klenteng dan tiap hari jumlahnya bisa mencapai 300 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here