Instagram @fp_bemsi
Instagram @fp_bemsi

ELANGNEWS.COM – Polemik UKT Mahasiswa UNSRI Belum Berakhir. Setelah ramai kabar bahwa Rahmat Farizal, selaku Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya dilaporkan oleh pihak rektorat ke Polres Ogan Ilir, serta pemukulan mahasiswa Unsri oleh oknum polisi dan karyawan Unsri. Perjuangan untuk menurunkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) full semester 9 mahasiswa Universitas Sriwijaya pun belum berakhir. Hal ini terbukti dengan adanya aksi dari ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Se-Sumsel yang memenuhi Gedung DPRD Jumat lalu (04//08).

Aksi tersebut dimulai pada pukul 14.00 WIB di depan Gedung DPRD. Sekitar 30 menit aksi di mulai, para anggota dewan keluar untuk menemui masa aksi dan kemudian disusul oleh kedatangan Gubernur Sumatera Selatan, Ir. H. Alex Noerdin. Selanjutnya, perwakilan masa aksi diterima oleh DPRD untuk melaksanakan audiensi.

Mereka yang diwakilkan oleh Rahmat, menyampaikan 3 tuntutan kepada DPRD Sumsel, yaitu:

  1. Menuntut DPRD SUMSEL menjadi mediator dan memanggil pihak rektorat Universitas Sriwijaya atas permasalahan penurunan UKT full semester 9.
  2. Menuntut DPRD SUMSEL menjadi mediator dan memanggil pihak rektorat Universitas Sriwijaya dalam menyelesaikan kasus Pemukulan Mahasiswa UNSRI oleh oknum polisi dan karyawan UNSRI.
  3. Menuntut DPRD SUMSEL menjadi mediator dan memanggil pihak rektorat Universitas Sriwijaya dalam menyelesaikan permasalahan kriminalisasi tiga mahasiswa Unsri yang akun akademiknya dinonaktifkan oleh pihak rektorat Unsri.

Tuntutan mahasiswa ini telah diterima oleh DPRD Sumsel dengan ditandai oleh penyerahan modul kajian dan penandatangan lembar kesepahaman. Dengan batas waktu selambat-lambatnya pada Senin pagi, 7 Agustus 2017.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here