Pemerintah Gugat Pengelola Ladang Minyak Montara rp 27,5 Trilliun

Elangnews  – Pemerintah mengajukan gugatan terkait kerusakan dan biaya pemulihan lingkungan sebesar Rp 27,5 triliun ke perusahaan penggarap ‎ladang minyak Montara atas tumpahan minyak yang merusak lingkungan laut di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Arif Havas Oegroseno mengatakan, akhirnya pemerintah Indonesia mendaftarkan gugatan kepada PTT Exploration and Production Company (PTTEP) Australasia Montara‎ ke  Pengadilan Negeri  Jakarta Pusat pada Rabu, 3 Mei 2017.

Gugatan perdata ini dilayangkan karena PTTEP tidak menunjukkan iktikad baik dalam menyelesaikan masalah polusi minyak Montara yang mencapai kawasan NTT.

“Kita gugat tiga perusahaan, yakni The Petroleum Authority of Thailand Exploration and Production Australasia (PTTEP AA) berkedudukan di Australia, The Petroleum Authority of Thailand Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) berkedudukan di Thailand, The Petroleum Authority of Thailand Public Company Limited (PTT PCL) berkedudukan di Thailand,” kata Havas, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (6/5/2017).

Perusahaan itu diduga merusak hutan mangrove seluas 1.232 hektare area (ha). Selain itu, dari hasil pemeriksaan di lapangan, tumpahan minyak juga menyebabkan 1.429 ha padang lamun dan 714 ha terumbu karang di tiga titik di Provinsi NTT rusak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here