Pemerintah Antisipasi Rencana Penyesuaian Harga BBM dan Elpiji

Elangnews – Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengantisipasi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan elpiji 3 Kilogram (Kg) di semester II-2017 (Juli-Desember). Antisipasi tersebut perlu melibatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan demi menjaga inflasi tetap berada pada rentang 4 persen-5 persen hingga akhir tahun ini.

“Kita akan bicara dengan Menteri ESDM karena ada rencana penyesuaian BBM dan elpiji,” kata Gubernur BI, Agus Martowardojo usai Rakor Inflasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis malam (14/4/2017).

Agus melanjutkan, sejak Januari sampai Juni belum ada kenaikan harga BBM dan elpiji. Pemerintah dan BI akan terus berkoordinasi untuk memastikan apakah ada peluang menaikkan harga BBM subsidi dan tabung melon.

“Januari-Juni belum ada penyesuaian, kita antisipasi di semester II, apakah memungkinkan dilakukan penyesuaian. Tapi sekarang belum, diskusi ini akan dilanjutkan,” tambahnya.

BI sudah mematok target inflasi sebesar 4 plus minus 1 persen di 2017. Inflasi dari gejolak harga pangan ditetapkan dalam rapat di bawah 4 persen sampai 5 persen. Realisasi saat ini secara year on year (Yoy) dari inflasi bahan pangan 2,89 persen.

“Kalau seandainya volatile food terjaga, ada ruang melakukan penyesuaian harga barang-barang diatur pemerintah (administered prices) BBM dan elpiji. Sedangkan (kenaikan tarif listrik) sudah masuk di dalamnya (perkiraan),” Agus menerangkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here