BNN Pantau Peredaran Narkoba Dari Kompleks Rumah Ahok

Elangnews – Badan Narkotika Nasional (BNN) berencana menjadikan sebuah rumah mewah di Kompleks Pantai Mutiara untuk monitoring peredaran narkoba. Kompleks rumah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok itu dirasa cocok untuk memantau pergerakan arus lalu lintas narkoba yang sering melintas di jalur perairan tikus.

Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi mengatakan, pihaknya akan menempati rumah mewah tepat di tepi pantai di Blok R15 RW 16 Komplek Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan itu sebagai deteksi awal peredaran masuknya narkoba.

“Lokasinya yang berada di pinggir laut persis, jadi sangat memungkinkan membawa barang bukti narkoba, dengan keberadaan BNN di Jakarta Utara ini maka dapat lebih mudah mendeteksi dan menangkap para bandar dengan modus jalur laut,” kata Slamet di lokasi, Jakarta Utara, Kamis 16 Februari 2017.

Dia melanjutkan, rumah mewah berlantai 3 itu merupakan hasil rampasan aset dari tersangka kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Pony Tjandra. Rencananya, pihak BNN akan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan Kejaksaan Agung melakukan serah terima dan MOU soal penggunaan aset sitaan negara dari salah satu jaringan Freddy Budiman itu.

“Senin (20 Februari) nanti rencananya akan diserahterimakan oleh Kepala BNN setelah sejak 3 tahun lalu disita. Nilai rumah mencapai antara Rp 17 miliar hingga 20 miliar ketika hendak dilelang,” beber Slamet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here