Rehabilitasi Jaringan Irigasi Gunung Kidul Habiskan Biaya 1,8 Miliar Rupiah

Elangnews- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan rehabilitasi jaringan irigasi air tanah (JIAT) ‎di Desa Bandung, Gunung Kidul, Yogyakarta. Untuk rehabilitasi ini, kementerian mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar.

Keputusan untuk merehabilitasi JIAT di wilayah tersebut diambil setelah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melakukan dialog dengan Perhimpunan Petani Pemakai Air (P3A) di Desa Bandung. Para petani di wilayah tersebut membutuhkan satu sumur bor lagi agar produktivitas pertanian dapat meningkat.

“Saya tanya P3A punya tabungan? Ada Rp 20 juta, itu menunjukkan kekompakan P3A, mereka merasa butuh air dan mereka bisa mengoperasikan (pompa) sendiri. Saya kira organisasinya cukup tertib. Makanya saya akan bantu lagi satu sumur, dan ganti pompanya pada 2017,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (20/11/2016).

Basuki menyatakan, pengeboran sumur baru akan dimulai setelah penandatanganan kontrak. Rencananya hal tersebut akan dilaksanakan pada 30 Januari 2017.

“Januari penandatanganan kontrak lalu lanjut pengeboran. Kita sudah ada lelang dini. Kami sudah ada sebanyak 2.013 paket untuk 2017 dengan total Rp 11 triliun lebih. Salah satunya sumur bor sudah dilelang dini. Kalau sudah lelang dini berarti Januari bisa tanda tangan kontrak,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Tri Bayu Adji mengungkapkan, wilayah Kabupaten Gunung Kidul merupakan wilayah yang masih membutuhkan pasokan air baku yang cukup besar untuk pertanian. Salah satunya di Desa Bandung.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here