Elangnews- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) gross sebesar Rp 596,8 triliun di 2017. Utang pemerintah tersebut akan digunakan untuk menutup defisit anggaran yang dipatok 2,41 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.

Pemerintah mematok defisit fiskal sebesar Rp 330,2 triliun atau 2,41 persen dari PDB. Target defisit tersebut lebih tinggi dari proyeksi APBN-P 2016 sebesar 2,35 persen dari PDB.

Namun jika dibandingkan outlook sampai dengan akhir tahun yang diperkirakan defisit melebar menjadi 2,5 persen sampai 2,7 persen, maka target defisit di 2017 lebih rendah. Untuk diketahui, target pendapatan negara tahun depan sebesar Rp 1.750,3 triliun, sementara belanja negara ditetapkan Rp 2.080,5 triliun.

“Kalau dibandingkan outlook 2016, target defisit 2,41 persen terhadap PDB di 2017 lebih kecil,” ujar Sri Mulyani saat Konferensi Pers APBN 2017 di kantornya, Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Menurut Sri Mulyani, guna menambal defisit fiskal itu, pemerintah perlu pembiayaan dari utang sebesar Rp 384,7 triliun, dan penerbitan SBN netto sekitar Rp 400 triliun (termasuk pembayaran utang lama).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here