ELangnews – Mogok kerja yang telah berlangsung selama lima hari oleh nelayan, buruh, dan anak buah kapal (ABK) di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, telah berdampak luas khusus bagi para pemindang yang kekurangan pasokan ikan. Oleh karena itu, para pemindang pun meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan untuk menyelesaikan masalah mogok kerja tersebut.

Ketua Paguyuban Pemindang Ikan (PPIP) H Winarso mengungkapkan, presiden menginginkan dunia kemaritiman Indonesia semakin maju dengan stok ikan yang meningkat, dan memanfaatkan industri perikanan untuk kesejahteraan nelayan, memenuhi konsumsi ikan lokal serta mendatangkan devisa ekspor.

Sayangnya, dengan adanya mogok kerja di Muara Baru tersebut menghambat pelaksanaan target tersebut. Realitas saat ini kapal ikan tidak melaut karena perizinan kapal yang tidak selesai berbulan-bulan.

Pabrik dan cold storage pun tutup karena tidak kuat menanggung kenaikan tarif sewa lahan sebesar 450 persen. Ini menjadi masalah dalam sistem kemaritiman Indonesia.

“Kami minta Perusahaan Umum (Perum) Perikanan Indonesia (Perindo) memberikan solusi bagaimana agar kami bisa tetap bekerja. Kalau bahan baku tidak ada, bagaimana bisa kami buat ikan pindang,” tutur Winarso seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (14/10/2016).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here