26 September 2018 adalah hari bersejarah. Tidak saja buat masyarakat Jakarta namun seluruh Indonesia bahkan dunia. Ada apa dengan 26 September? Karena pada tanggal itu seorang putera bangsa telah menghentikan proyek ambisius teluk Jakarta dari semula moratorium atau penghentian sementara menjadi permanen. Dialah Anies Rasyid Baswedan, Gubernur Jakarta.

Kita wajib bersyukur bahwa ia mendengar aspirasi terbesar rakyat akan bahaya sebuah reklamasi. Namun kita pun harus mengurut dada bahwa hanya reklamasi di Jakarta yang berhasil dihalau. Sedangkan pulau pulau lainnya berhasil seperti di Banten dan Makasar seperti dikatakan Emha Ainun Najib.

Pemerintahan yang baik adalah yang dekat dan mampu mendengar aspirasi rakyatnya pesan Anies Rasyid Baswedan. Dan itu ia wujudkan tanpa pencitraan berlebihan dan bombastis. Ia menunjukkan kepada kita. Kepada dunia bahwa ketegasan bisa diwujudkan dengan santun. Selamat buat warga Jakarta dengan sosok pemimpin yang tegas lagi santun.

Pemimpin yang santun lagi tegas kebutuhan mendesak buat masyarakat plural seperti Indonesia. Contoh lainnya ada pada sosok Gubernur Sumut yang notabene ketua umum Sepakbola Indonesia mampu dengan cepat bertindak. Dan utamanya komunikasi yang efektif dalam kepemimpinannya.

Kembali kepada Anies Rasyid Baswedan. Tidak salah jika Prabowo Subianto awalnya hendak meminang beliau. Karena kepakarannya dalam ekonomi umat dibutuhkan Prabowo Subianto sebagaimana dituturkan Sandiaga S Uno secara blak blakan sambil makan lumpia kala itu.

Kepada ketiganya Prabowo, Sandi dan Anies diharapkan dapat membawa Indonesia lebih bermartabat dan aspiratif untuk Indonesia di masa depan dekat. Ketiga memiliki semangat yang kuat menghentikan reklamasi ugal ugalan. Jika Prabowo Sandi menang kelak maka penghentian reklamasi se Indonesia hanya soal waktu. Ingatlah 26 September Anies buktikan kepada kita. HRS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here