ELANGNEWS.COM – Presiden La Liga Bakal Tuntut PSG Jika Neymar Jadi Ke PSG. Rencana transfer Neymar ke PSG belakangan ini sedang menjadi sorotan para penggemar sepakbola di penjuru dunia. Tapi isunya Neymar yang sudah tak lagi betah untuk tinggal di Camp Nou. Beberapa media menyebutkan jika Neymar merasa kalau kondisi ruang ganti Barca tidak lagi membuat dirinya nyaman. Selain itu juga, Neymar sudah muak terus ada dibawah bayang-bayang Lionel Messi.

Tapi pihak Barca tak akan dapat berbuat banyak jika ada klub yang bisa mengaktifkan biaya pelepasan Neymar, terlebih lagi jika dia sudah sepakat untuk hengkang. Tapi Neymar tak akan meninggalkan barca kecuali klausul pelepasannya dibayar oleh tim peminat.

Biaya klausulnya harus dibayar. Kami ingin Neymar tinggal namun klausulnya ada disana. Bila ia ingin hengkang, mereka dapat membayarnya dan membawa Neymar,” ujar Josep Bartoeu selaku Presiden Barcelona.

Jika Neymar benar-benar pindah, kemungkinan Barca mendapatkan keuntungan dari sisi finansial yang besar. Tapi bagaimana dengan la Liga? Akankah mereka bakal mendapatkan kerugian finansial lantaran kehilangan salah seorang bintangnya?

Saya tak khawatir dengan isu kepergian Neymar ke Paris. Saya malah khawatir kalau yang pindah itu Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo,” ujar Presiden La Liga javier Tebas.
Walaupun Tebas mengakui jika kepergian Neymar tak akan memengaruhi keuntungan finansial, tapi mereka tetap bakal melaporkan PSG pada UEFA lantaran pelanggaran Finansial Fair Play.

Tapi ESPN FC melaporkan jika PSG yakin kalau mereka bisa bertahan dari batas FFP dengan merekrut Neymar dengan kontrak 5 musim, yang di laporkan bakal mengurangi finansial PSG.

Tak ada yang akan percaya. Mereka (PSG) tidak mempunyai keuntungan yang melebihi Barcelona dan Real Madrid. Kami sudah melakukan studi ekonomi serta itu tak akan mungkin terjadi. Tak ada yang percaya, yang berarti bahwa Qatar menyuntikkan dan dan itu bisa melanggar FFP,” imbuhnya.

Bila UEFA mengabaikan laporan tim, kami bakal membawa ini menuju pengadilan olahraga Brussels dan Swiss, kami juga dapat melaporkan masalah ini menuju pengadilan Spanyol dan Prancis,” tutupnya.