SENTIMEN POPULISME

Elangnews.com. “The most qualified candidate in a generation was defeated by the least qualified of all time. And like all bigotries, it will end up dragging us all down,” tulis Hadley Freeman.

Sentimen mendominasi semua pilpres. National mood; “like & dislike”, menentukan pemenang. Populist attitudes dorong voter memilih di pemilu Irlandia tahun 2016. Makanya, ngga heran bila kandidat terburuk bisa mengalahkan figur berkualifikasi terbaik.

Menurut Cas Mudde, Dutch political scientist, “Populisme” memisahkan masyarakat ke dalam dua kubu; homogeneous dan antagonistic grouping. Sikap politik merupakan expresi dari ‘volonté générale’ (general will) dari rakyat.

Saya kira Joko bakal tumbang dari Prabowo di rematch 2019. Penyebabnya; Sentimen popular.

Rayap-rayap istana tau dunia masuk fase revolusi digital. Sadar tapi kena permanent jet-lag. Syahdan, bukannya berselancar di atas ombak sosial-media, mereka malah digulung arus. Megap-megap. Help-help…!! Lalu reaktif. Kriminalisasi oposan. Tumpas akun-akun kritis. Mencaci, dan akhirnya terdampar di pantai kekalahan politik.

Obral janji, semuanya terekam jejak digital. September-oktober ekonomi merekot. Wuuuzzz. Dan….Nyungsep.

Buy back Indosat, sudah empat tahun mangkrak. Zaken kabinet diisi bagi-bagi kursi. Menteri baik seperti Anies, Rizal dan Sudirman disingkirkan.

Alhasil, jejak-jejak digital rakyat disuruh diet, tanam cabe, cabut meteran listrik, keong sawah dan cacing makarel tersimpan baik dalam hard-ware smartphone dan soft-ware ingatan kolektif masyarakat.

Joko tak berdaya saat Ahokers mengeksploitir citranya. Mereka produksi kesan “Jokowi adalah Ahok”. Keduanya menyatu. Kesan itu tersolidifikasi menjadi stigma. Berbahaya saat Ahok mentriger aksi jutaan orang dan berakhir di Mako Brimob.

Sentimen popular terhadap Ahok dan pernyataannya soal “dukungan pengembang” plus proyek reklamasi, taipan dan tenaga kerja asing tidak akan memudar sampai pilpres 2019. In short, Joko dinilai pro elitisme.

Tidak berlebihan bila ada yang memprediksi the end result Pilpres akan sama dengan angka Pilkada Jakarta. Prabowo menang dua digit.

THE END

By : Zeng Wei Jian

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here