Pelatih PSM Makassar Kritik Kinerja Wasit Asing Asal Iran Bonyadifard Mooud

Wasit Asing Asal Iran, Bonyadifard Mooud di Laga Persija vs PSM Makassar Dituding Merampok Gol Kemenangan Wiljan Pluim

ELANGNEWS.COM – Pelatih PSM Kritik Wasit Asing Asal Iran Bonyadifard Mooud. Kinerja Bonyadifard Mooud, wasit asal Iran, yang memimpin jalannya laga antara Persija melawan PSM Makassar pada Liga 1 2017, menuai kritikan dari pihak PSM. PSM menilai sejumlah keputusan yang diambil Bonyadifard dibabak kedua keliru.

Yang tersoroti ialah dianulirnya gol ke 3 PSM yang diciptakan Willem Jan Pluim di menit ke 83. Saat itu Bonyadifard menganulir gol Willem lantaran menganggap sudah lebih dulu melakukan handball ketika mengontrol bola. Tidak ayal gol itu akhirnya tak disahkan, dan membuat Juku Eja merasa kecewa.

Sempat ada protes yang dilakukan Robert Rene Alberts selaku pelatih PSM ada keputusa wasit. Protes itu ditanggapi wasit, tapi tanggapam Bonyadifard tak sesuai dengan harapan Alberts, karena dia kemudian masuk kamar ganti lebih cepat lantaran diusir wasit yang menganggap dirinya melakukan protes yang berlebihan.

“Saya rasa laga ini lumayan bagus, kedua klub berjuang keras untuk memenangi laga. Kami dapat mendominasi pertandingan di babak yang pertama, serta memainkan skema kami dengan baik. Namun sayangnya gol ke 3 dianulir, serta tak bisa memenangi pertandingan,” ujar Alberts setelah laga.

Selain kekecewaan dari keputusan wasit yang sudah menganulir gol Willem, kekecewaan terbesarnya pun juga bermula dari hukuman kartu kuning yang di berikan pada Willem. Menurut Alberts, seharusnya wasit tak perlu memberi kartu kuning, karena saat golnya dianulir, dia tak melakukan protes keras pada wasit, bahkan Willem juga tak menghampiri wasit.

“Dengan kejadian tadi, kami sangat kecewa. Rasa kecewa terbesar tim ialah wasit yang mereka bawa dari luar negeri, namun kualitasnya masih dibawah standar,” imbuhnya.

Alberts juga menyarankan supaya sepakbola Indonesia memakai teknologi VAR (Video Assistant Referee).

“Apa yang sepakbola Indonesia butuhkan ialah VAR, yang dimana dapat mempengaruhi keputusan dengan melihat rekaman ulang. Saya perjaya jika merujuk dalam pengalaman saya selama 29 tahun menjadi pelatih, sebab saya juga tahu yang dibuat disini permainan apa. Jika misalnya VAR itu telah dipakai, seharusnya tak ada gol saya yang dianulir,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here