Film Bumi Manusia bakal diputar di bioskop Indonesia kurang dari satu bulan lagi. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film Bumi Manusia berasal dari novel karya Pramoedya Ananta Toer dengan judul sama. Mengingat film ini diadaptasi dari novel yang amat sangat populer, tak heran jika film bergenre sejarah itu menarik ekspektasi yang tinggi dari publik.

Film ini mengusung Iqbaal CJR yang baru-baru ini populer lewat film Dilan sebagai tokoh utama yang memerankan Minke. Selain dia, film Bumi Manusia juga akan diperankan oleh Mawar de Jongh dan Sha Ine Febriyanti yang masing-masing akan memainkan karakter Annelies Mellema dan Nyai Ontosoroh.

Menjelang penayangannya di bioskop, Hanung Bramantyo membocorkan fakta-fakta menarik film Bumi Manusia yang belum diketahui penonton. Simak terlebih dahulu fakta-fakta berikut sebelum kamu nonton film Bumi Manusia di bioskop.

Fakta 1: Film Bumi Manusia bakal berdurasi 3 jam

Film Avengers: Endgame saat ini tercatat sebagai salah satu film dengan durasi terpanjang. Kini, siap-siap nonton film Indonesia dengan durasi yang tidak kalah panjang, karena Bumi Manusia bakal berdurasi tiga jam. Alasan mengapa film ini begitu panjang adalah karena novelnya sendiri yang sangat tebal dan padat cerita dalam 500 halamannya. Sekalipun durasi tiga jam sudah termasuk amat panjang, namun rupanya Hanung telah memotong lima adegan dalam film agar waktu tonton film tidak kelewat lama.

Fakta 2: 60% dari pemain film Bumi Manusia adalah orang Belanda

Latar waktu novel Bumi Manusia adalah akhir abad 19 dan awal abad 20, saat Belanda masih menjajah bumi pertiwi. Wajar jika karakter berkebangsaan Belanda mendominasi dalam ceritanya. Hanung sendiri merekrut tidak kurang dari 60% aktor yang berdarah Belanda tulen. Pemain-pemain yang mayoritas figuran ini akan memerankan karakter orang Belanda Totok dan Indo (peranakan) yang banyak terdapat di Indonesia pada setting waktu Bumi Manusia.

Fakta 3: Pro kontra Iqbaal sebagai Minke

Penentuan Iqbaal Ramadhan sebagai aktor utama yang memerankan Minke bukannya tidak mengundang kontroversi. Sebagian pembaca novel Bumi Manusia merasa kemampuan akting Iqbaal masih kurang mumpuni dalam melakonkan Minke, karakter utama yang cukup kompleks dan sentral. Namun Hanung punya pertimbangan lain, yakni dengan dipilihnya Iqbaal, diharapkan akan lebih banyak generasi milenial yang tertarik dengan film ini. Sehingga, ide-ide besar Pramoedya dapat lebih tersampaikan kepada generasi muda Indonesia.

Fakta 4: Sebuah desa di Sleman, Yogyakarta, disulap jadi studio besar

Sebidang tanah berukuran 2,5 hektar di Desa Gamplong di Sleman, Yogyakarta, disulap menjadi studio besar oleh Hanung. Studio ini akan memperlihatkan latar kota Surabaya abad 19, di mana kisah cinta Minke dan Annelies terjadi. Studio yang sama pernah digunakan Hanung untuk produksi film Sultan Agung.

Fakta 5: Salman Aristo sempat menolak jadi penulis naskah

Salman Aristo, sang penulis naskah, dulu sempat menolak didapuk untuk menulis skenario film adaptasi ini. Alasannya, terlalu berat. Novel Bumi Manusia adalah novel yang padat yang membingkai kehidupan masyarakat Indonesia di masa penjajahan. Salman khawatir naskahnya tidak memenuhi ekspektasi. Namun, setelah beberapa kali kesempatan, akhirnya dirinya setuju untuk ambil bagian dalam film Bumi Manusia. Menurut Salman, butuh waktu 1,5 tahun hanya untuk diskusi naskah bersama Hanung, membuktikan betapa seriusnya film ini digarap.

Fakta 6: Bumi Manusia sudah akan difilmkan sejak tahun 2000

Sembilan belas tahun yang lalu, Hanung Bramantyo pernah ditawari untuk menyutradarai film adaptasi Bumi Manusia. Namun kala itu Hanung muda menolak. Dirinya memilih memproduksi film-film lain. Kini, Hanung bersyukur dulu sempat menolak tawaran itu, karena dirinya meyakini usianya masih terlalu muda dan pengalamannya belum terlalu banyak untuk mengadopsi karya sastra sekaliber Bumi Manusia.

Fakta 7: Sempat ditawar sutradara Amerika

Oliver Stone, sutradara asal Amerika, pernah menawar akan menyutradarai film adaptasi Bumi Manusia dengan harga tinggi. Namun pewaris Pramoedya beranggapan bahwa lebih baik film Bumi Manusia disutradarai oleh orang Indonesia sendiri. Akhirnya Falcon sebagai rumah produksi pemegang hak cipta memilih Hanung sebagai sutradara.

Fakta 8: Syuting dilakukan di Indonesia dan Belanda

Syuting film Bumi Manusia dilakukan di dua negara, yakni Indonesia dan Belanda. Syuting di Indonesia dilakukan di Yogyakarta dan Semarang.

Fakta 9: Film Bumi Manusia akan tayang berbarengan dengan film Perburuan

Film Bumi Manusia ini akan ditayangkan berbarengan dengan film adaptasi novel Pramoedya yang lain, yakni Perburuan. Film Perburuan disutradarai oleh Richard Oh dengan bintang film utama Adipati Dolken. Dua film ini akan rilis di hari yang sama di bulan Agustus. Selain untuk merayakan karya-karya Pram, dua film yang tayang bersamaan ini sekaligus jadi ajang pembuktian antara dua aktor muda yang sedang naik daun: Iqbaal Ramadhan dan Adipati Dolken.

Itu tadi fakta-fakta menarik dari film Bumi Manusia. Banyak yang bertanya kapan film Bumi Manusia tayang atau rilis, jawabannya adalah pada 15 Agustus 2019 mendatang. Falcon telah mengeluarkan trailer resmi pertama film Bumi Manusia beberapa waktu lalu, dan dapat diakses melalui Youtube.

Jangan lupa nonton film Bumi Manusia di bioskop Indonesia ya!