ELANGNEWS.COM – Akhir-akhir ini sedang marak kasus bunuh diri baik yang diberitakan oleh media Maupun tidak, di era moderen kini sangat banyak orang yang terkena penyakit stress dan memutuskan untuk bunuh diri sebagai jalan pintasnya, selain stress masih ada 8 alasan umum lagi yang di gunakan seseorang untuk melakukan tindakan bunuh diri

1. Kecerobohan
Oke, kecerobohan adalah upaya bunuh diri dengan kecelakaan, karena kecerobahan maka polisi sulit untuk menetapkan seseorang bunuh diri atau kecelakaan
Seperti contohnya : tidur di mobil tertutup dengan AC menyala, selfie di tempat tinggi, berkendara selagi mabuk, over dosis obat-obatan ,dan lain-lain

2. Kesepian
Kesepian juga salah satu alasan yang jangan diangap sepele, apa lagi kesepian yang berlarut-larut, karena dengan kesepian seseorang tidak memiliki aktivitas, tidak dihargai, tidak berguna, tidak lagi dibutuhkan, di kucilkan dan seterusnya. Bilamana hal ini dibiarkan berlarut larut,maka “penderita ” kesepian ini, dapat terjerat oleh godaan untuk mengakhiri hidupnya karena merasa tidak ada gunanya lagi ia hidup di dunia ini

3. Kelainan Mental
Sebuah kondisi kelainan mental yang dikenal dengan nama schizophrenia, yakni sebuah kondisi dimana pasien memiliki kelainan perilaku sosial dan gagal membedakan apa yang asli dengan apa yang palsu. Mereka yang menderita penyakit ini sering sekali dikaitkan dengan tingginya aksi bunuh diri terkait dengan kondisi kelainan mental. Walaupun aksi bunuh dirinya gagal, ada kemungkinan 20-40% pasien yang sama akan mencoba melakukan tindakan bunuh diri lagi. Beberapa sumber mengatakan penderita Schizophrenics terkadang mendengar suara-suara yang mendorong mereka untuk bunuh diri.

4. Penyakit
Jelas banyak dari orang-orang melakukan upaya bunuh diri karena penyakit kronis, mereka yang melakukan upaya bunuh diri beralasan tidak dapat lagi mendapatkan kebahgiaan dalam hidupnya dan sering berangan angan tentang kematian yang sudah mendekati hidupnya

5. Rasa Takut
Pada dasarnya setiap orang memiliki rasa takut, bohong jika seseorang mengatakan ia tidak takut pada apapun, pasti ada satu hal yang dapat membuat ia takut seperti : takut kehilangan, takut kegagalan, ataupun phobia. Apabila seseorang harus menghadapi rasa takutnya secara terus menerus dan mentalnya tidak cukup kuat, maka ia dapat menjadi gila. Akhirnya Anda tidak perlu susah-susah menebak, singkat kata adalah bunuh diri.

6. Kegagalan
Ada saatnya dimana dalam kehidupan hal-hal yang telah kita perjuangkan berakhir tidak sesuai dengan yang kita inginkan, itulah yang dinamakan kegagalan. Mereka yang pada akhirnya memutuskan untuk melakukan tindakan bunuh diri biasanya bukan lagi takut akan kegagalan melainkan benar-benar telah mengalami kegagalan. Bahkan tidak jarang kegagalan yang terlihat sepele.

Contohnya adalah kegagalan dalam urusan cinta, rumah tangga, bisnis, karir, ataupun pendirikan dan banyak lainnya

7. Penindasan
Ada banyak sekali bentuk penindasan, namun yang paling bahaya adalah “bullying” karena itu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan mental dan juga kecerdasan seseorang. “Bullying” kini tidak hanya berbentuk fisik, sekarang mulai marak ditemui “cyber bullying” yang sering kita temui di berbagai akun media social seperti, Intagram, Facebook, Youtube DLL mereka yang merakan penindasan secara terus-menerus dapat memutuskan untuk bunuh diri karena tidak kuat menahan penderitaanya

8. Patah Hati
Patah Hati adalah masa paling rapuh seseorang yang biasanya berusia remaja. Beberapa ada yang ingin mendapatkan perhatian mantan pasangannya dengan mencoba bunuh diri

Semua yang merasakan hal-hal seperti inilah yang pada akhirnya membuat seseorang mencoba untuk bunuh diri. Mereka lupa bahwa mereka telah mendapatkan kasih sayang tidak terkira dari kedua orang tua mereka, saudara mereka, teman mereka, dan hanya untuk “orang yang tidak dikenal,” mereka ingin meninggalkan dunia ini.

9. Stress
Stress atau depresi merupakan penyebab paling umum hingga kini, terlalu banyak pikirin baik sekolah, orang tua, ekonomi, percintaan,dan bahkan kemacetan dapat membuat seseorang merasa sedih, gelisah, kosong, putus asa, tidak berdaya, tidak berarti, dan seterusnya. Walaupun pada umumnya perasaan ini bersifat sementara.

Mereka yang merasakan hal-hal seperti ini seakan-akan sudah tidak melihat arti dari kehidupan dan pertolongan. Bahkan pada titik tertentu, orang-orang yang mengalami depresi tidak lagi bersemangat untuk melakukan hal-hal yang ia senangi sebelumnya. Dari sini kita dapat melihat mengapa depresi / stress adalah kasus paling sering sebagai alasan tindakan bunuh diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here