1. Makam Pangeran Mas/Syekh Toha/Syekh Ibrahim bin Aria Pangiri bin Sunan Prawoto bin Sultan Trenggono bin Raden Fattah

2. Pangeran Mangkubumi

Salah satu makam yang saya ziarahi ini sudah cukup lama dicari-cari dan Alhamdulillah berkat izin Allah bertemulah saya dengan salah satu makam Waliyullah tersebut.

Keberadaan makam beliau sudah lama saya ketahui melalu riwayat dari kakek fihak ibu saya. Ibu saya sendiri merupakan keturunan langsung dari beliau sehingga sedikit banyak saya tahu tentang Pangeran Mas. Dari Ibu dan kakek saya banyak dapati tentang riwayat dan karomah dari Pangeran Mas ini.

Di Banten sendiri keberadaan beliau tidak begitu semarak diziarahi bila dibandingkan dengan makam para Sultan Banten dan ulamanya. Menurut salah satu pengurus maqbaroh makam Pangeran Mas memang sejak dulu ingin mastur.

Memasuki komplek makam memang terasa lain suasananya, teduh, bersih dan tenang. Cocok sekali bila disini kita melakukan renungan atau muhasabah. Bahkan ketika saya masuk ada beberapa santri yang sedang hafalan Qur’an. Para pengurus makam juga sangat ramah dan terbuka. Menurut mereka pernah ada Orang Palembang itikaf sampai 40 hari. Saya sendiri ketika masuk ke dalam ruangan makam Pangeran Mas cukup merasa sunyi…seperti kedap suara. Nuansa kuno seperti zaman dulu juga kental terasa.

Dalam riwayat yang pernah saya dapat dari keluarga besar ibu saya, Pangeran Mas adalah seorang Waliyullah yang menyebarkan agama Islam di wilayah Sumatra Selatan negeri asal usul leluhurnya yaitu Sulthon Abdul Fattah Demak.

Dalam perjalanan dakwhnya, Pangeran Mas dari Demak hijrah ke Banten, dari Banten lalu beliau Ke Jayakarta untuk menemui kerabat dari kakek sampingnya yang bernama Aria Jipang. Di Jayakarta beliau bersilaturahim dengan keluarga besar Bani Al Fattah sebelum masuk ke Sumatra Selatan. Dari Jayakarta selanjutnya beliau masuk lagi wilayah Sumatra Selatan, Jambi dan sekitarnya untuk melakukan dakwah Islamiah. Sempat menetap lama di sebuah desa di Komering yang bernama Gunung Batu (OKU TIMUR SUM-SEL). Dari sini beliau menyusur lagi ke Palembang. Dari Palembang kemudian beliau terus berkelana untuk berdakwah ke wilayah Jambi, Bengkulu dan daerah daerah lainnya.

Setelah malang melintang di Sumatra selatan khususnya wilayah Palembang dan Komering akhirnya beliau kembali lagi ke Banten untuk membantu perjuangan dakwah Islamiah Sultan Banten saat itu sampai akhir hayatnya. Beliau juga kemudian diberikan lahan tanah yang sangat luas oleh Sultan Banten saat itu untuk dijadikan pemukiman bagi keturunan dan pengikutnya dan juga menjadi salah satu sentra dakwah. Kelak beberapa keturunanya yang ada di Komering dan Palembang akan banyak menurunkan ulama-ulama.

Keturunan Pangeran Mas saat ini juga banyak tersebar di wilayah Pangkalan Nangka..Menurut pengurus makam hampir semua penduduk Pangkalan Nangka adalah keturunan Pangeran Mas.

Alhamdulillah saya bertemu dengan Keluarga Bani Al Fattah Provinsi Banten.

Al Fatehah untuk Pangeran Mas /Syekh Toha…

Oleh Iwan Mahmoed Al Fattah II

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here