ELANGNEWS.COM – KENDARI, Tenaga kerja asing (TKA) asal Cina kembali berulah, kali ini terjadi di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) di PT VDNI (Virtue dragon Nickel Industry). TKA Cina yang sekilas tampak sebagai salah seorang pimpinan di PT tersebut , dengan bantuan penerjemah terlihat melarang para tenaga kerja lokal untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1439 Hijriah. Hal tersebut sontak mendapat kecaman dari para tenaga kerja lokal dan nyaris bersitegang dengan tenaga kerja asing (TKA).

Pelarangan umat Muslim untuk melaksanakan Salat Idul Fitri itu, sempat direkam oleh salah satu tenaga kerja lokal. Video yang berdurasi sekitar dua menit memterlihatkan seorang pekerja lokal melakukan protes terhadap TKA yang diduga melarang untuk merayakan Idul Fitri dan Salat Idul Fitri.

“Satu tahun satu kali ji ini, kenapa kita dilarang mau salat Ied,” kata salah seorang tenaga kerja lokal dihadapan TKA yang terllihat seolah tidak terima, Jumat (15/6/2018).

Sementara itu, Humas PT VDNI, Burhan, membantah adanya larangan Salat Ied terhadap tenaga kerja lokal. Menurutnya hal itu hanya isu saja dan tidak benar terkait larangan tersebut.

“Tidak benar itu kalau pihak perusahaan melarang pekerja lokal untuk Salat Ied. Di internal kami sudah memberikan izin kepada mereka untuk dapat melaksanakan kegaiatan ibadah. Kalau betul terjadi, maka hal tersebut adalah pelanggaran besar,” ujar Burhan kepada media lokal SultraKini.Com melalui sambungan telepon, Jumat (15/6/2018).

Semoga ketimpangan keadilan sosial yang marak terjadi di tengah dunia perburuhan Indonesia akibat banyaknya tenaga kerja asing (TKA) Cina yang membanjiri Indonesia saat ini, bisa segera mendapatkan jalan keluar terbaik.

Sumber video https://www.facebook.com/167416550725057/videos/217139192419459/ – Berita SultraKini.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here