ELANGNEWS.COM – Jakarta, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mendapatkan perlakuan tidak terpuji dari gerombolan tamu open house yang diadakan Presiden Jokowi di Istana Negara.

Tindakan memalukan tersebut bisa dengan jelas terlihat dalam video yang beredar di social media berikut https://www.facebook.com/nukedewidy/videos/10216484149835991/?permPage=1

Menyikapi hal tersebut, berikut komentar kritis seorang netizen kawakan Zeng Wei Jian yang menyebutnya sebagai “SELF DEFEATING DISORDER” :

“Revolusi mental” itu sukses; soraki Anies-Sandi di Istana Bogor. Clair et distinct. Tadinya, saya kira “revolusi mental” itu berarti makan keong, cabut meteran listrik, tanam cabe sendiri, cacing itu bergizi dan “tawar dong” sewaktu harga beras meroket.

Tak ubahnya segerombolan simpanse di musim kawin, in tropical jungle, mereka bersuara gaduh. Mereka berbunyi nyaring saat melihat Anies-Sandi memasuki Istana Bogor.

Anies-Sandi datang menghadap presiden. Bersilahturahmi kepada Kepala Negara. Sebuah etika pemerintahan. Sebuah adab orang-orang beragama.

Pola tingkah-laku gerombolan “revolusi mental” itu persis digambarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-III-R) tahun 1987. Presisi dan akuransi amazing.

Pola tingkah-laku itu disebut “Self-defeating personality disorder”. Kurang-lebih artinya “kerusakan mental orang-orang kalah”.

Ya, mereka kalah dua digit dalam Pilkada Jakarta. Sakitnya tuh di sini. Riset menyatakan amarah menstimulasi bagian-bagian otak. Amygdala mengaktivasi hypothalamus. Akhirnya, pituitary triger sekresi hormon-hormon cortisol, adrenaline dan noradrenaline.

Bila terus-terusan marah, mereka bisa gila permanent. Semuanya bermula dari “Self-defeating personality disorder” itu.

Ada beberapa indikasi; mereka “chooses people and situations that lead to disappointment, failure, or mistreatment” dan “rejects opportunities for pleasure, or is reluctant to acknowledge enjoying themselves (despite having adequate social skills and the capacity for pleasure)”.

Mereka pilih Anies-Sandi sebagai sumber frustasi kalah di Pilkada. Proyek-proyek dan mimpi mereka musnah.

Gerombolan ini tolak bantuan sosial dan medis. Anies-Sandi merilis Program Rumah DP 0 Rupiah. Tapi mereka lebih memilih hidup dalam kegelapan dendam dan amarah. Kasian sekali orang-orang ini. (Zeng Wei Jian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here