750 Juta Populasi Dunia Belum Terpapar Jaringan Seluler

Elangnews – Untuk memberikan layanan optimal kepada pelanggan, setiap operator seluler membutuhkan jaringan agar bisa mencakup semua wilayah, termasuk di area pedesaan dan bahkan perbatasan.

Namun, untuk membangun Base Transceiver Station (BTS), operator seluler perlu mengeluarkan biaya investasi yang tidak sedikit. Beberapa di antaranya operator harus mengeluarkan biaya pekerjaan sipil dan pembangkit tenaga listrik yang tinggi.

Sulitnya operator seluler melakukan kunjungan lapangan serta biaya yang tinggi untuk bahan bakar dan sewa transmisi juga menjadi tantangan tersendiri.

Ditambah time to market (TTM) yang lama karena lokasi terpencil dan logistik yang sulit. Juga waktu return of investment (ROI) yang lama karena rata-rata biaya per pengguna sekitar US$ 2 – US$ 3.

Di sisi lain, dari segi bisnis mungkin daerah tersebut tidak memiliki nilai potensial dalam waktu dekat. Mungkin itulah yang membuat para operator seluler merasa ‘berat hati’ untuk membangun BTS di tempat terpencil.

Mohamad Rosidi, Deputy Director of National ICT Strategy & Business Developement Huawei Indonesia mengatakan, karakteristik dari ekonomi digital yang maju adalah semuanya dapat diakses secara mobile, terkoneksi, dan tervirtualisasi.

“Sangat penting bagi semua masyarakat, baik di daerah perkotaan maupun diwilayah terpencil memiliki jaringan seluler yang dapat diandalkan,”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here