Hampir 85 Persen Netizen Tak Suka Lihat Foto Selfie Di Sosial Media

Elangnews – Selfie sangat populer di media sosial. Menurut perkiraan statistik Google, selama 2014 setidaknya terdapat 93 juta selfie per hari, itu pun hanya selfie yang diambil di perangkat berbasis Android.

Sejalan dengan tren tersebut, aksesori semisal tongkat selfie (tongkat narsis/tongsis) menjadi kian lumrah. Bahkan, seakan tak ingin melewatkan peluang emas, sejumlah vendor memfokuskan diri menggarap smartphone dengan kamera depan yang diklaim mampu memaksimalkan selfie.

Meski sudah menjadi hal umum, pendapat dan tanggapan orang-orang mengenai selfie masih beragam. Sebagian orang menganggapnya sebagai tindakan kreatif dan cara untuk berhubungan dengan orang lain, sebagian lainnya menganggap selfie sebagai gejala narsistik, promosi diri, dan kepalsuan.

Sebagai fenomena budaya kontemporer, bagi para psikolog, selfie menarik untuk dikaji secara mendalam. Misalnya, apa yang mereka rasa dan pikirkan saat melakukan selfie, mengeksposnya ke berbagai media sosial, dan melihat selfie diri mereka sendiri atau orang lain di media sosial.

Dalam sebuah riset yang dipublikasikan di Frontiers in Psychology, sebagaimana dikutip dari Science Daily, Senin (8/5/2017), seorang profesor di Ludwig-Maximilians-Universität München, Sarah Diefenbach, menggelar survei daring untuk menilai motif dan penilaian orang saat melakukan dan melihat selfie.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here